Tags

, , , ,

saudara Bastomy

Saudara Bastomy sedang berorasi di depan kelas

Di pertengahan tahun 2007..

Setelah kehilangan 1 siswa kebanggaannya yang sedang bertugas AFS Student Exchange ke Amerika Serikat, d’blazter pun akhirnya hanya memiliki 39 siswa. Semenjak ditinggal Nurina, kelas kami seolah-olah kehilangan 1 sasaran gojlokan🙂. Kami pun tidak kehilangan ide, gojlokan pun kami arahkan ke Arif Luqman alias Awik. Setiap hari Awik selalu menjadi bahan perpeloncoan Blazter. Menjadi hal yang biasa apabila setiap harinya Awik selalu diperlakukan semena-mena, dianiaya secara fisik, hingga “dijawil” secara mental. Namun hebatnya, Awik selalu kebal terhadap perpeloncoan tersebut. Ckckck..

Namun bukan itu yang ingin saya bicarakan sekarang. Sesuai dengan judulnya, communities inside community, saya ingin membahas tentang adanya geng yang ada di d’blazter itu sendiri. Lebih tepatnya bukan geng, tetapi komunitas. Tuntutan tugas-tugas sekolah yang dikerjakan serba berkelompok mengharuskan para komunitas tersebut harus sering bekerjasama satu sama lain. Selain itu, komunitas tersebut ternyata memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri dalam melakukan pengerjaan tugas masing-masing. Ya, tidak asing lagi. Komunitas tersebut adalah komunitas yang terbentuk akibat kolom bangku yang ada di d’blazter. Dan salah satunya adalah STM Community.

STM Community, apakah itu?

Berdasarkan sejarahnya, STM community terbentuk berdasarkan ketidak-sengajaan. Semenjak pergantian kelas dari XI IA 1 menjadi XII IA 1, demi menghindari kebosanan, kami pun harus melakukan reshuffle bangku. Dan uniknya, telah tercipta satu kolom yang isinya cowok semua. karena kami cowok semua, maka kami menamai diri kami “STM”. Ada Tomy ‘sang pakar sejarah’ yang sebangku dengan Kuncoro Aji, saya sendiri yang sebangku dengan Dimas Femy, Wijaya yang sebangku dengan Hamim, Rendy ‘bokir’ yang sebangku dengan Wulung, dan Limpat Prananda yang sebangku dengan Utut Oryza.

Kekompakan kami pun diuji di saat kami mendapatkan tugas yang mengharuskan kami bersepuluh bekerjasama satu sama lain, mulai dari tugas makalah agama, tugas drama conversation class,dsb. Karena kami semuanya laki-laki,tugas pun kami kerjakan seadanya,tanpa menggubris kesempurnaan pengerjaan tugas. Bahkan,mengerjakan tugas pun kami sambi dengan bermain PS di rumah Aji..🙂

Meskipun kami mengerjakannya apa adanya,tapi pekerjaan kami tidak kalah bagus dibandingkan pekerjaan temen2 dari “SMA Community” ataupun “SMEA community”. Ya, SMA dan SMEA community adalah komunitas kolom bangku lain yang ada di d’blazter. Sebenarnya ada 4 kolom dalam d’blazter, namun yang satunya tidak memiliki nama🙂. Meski dikerjakan oleh tangan-tangan kekar lelaki, tugas kami pun tidak kalah rapi dan tidak kalah “bagus” dibandingkan dengan yang lain. Bagus dalam tanda kutip,menghebohkan kelas karena kekonyolan2 yang diciptakannya..🙂

D'blazter

Pemilihan Ketua Kelas d'Blazter XII IA 1

Blazter yang aneh..

Posted with WordPress for BlackBerry.