Tags

, , , ,

Tugu Pahlawan, tugu yang berdiri kokoh dan  menjulang tinggi ini adalah salah satu ikon khas kota Surabaya. Letaknya cukup strategis, berada “hampir” di pusat kota Surabaya. Tugu Pahlawan melambangkan semangat perjuangan arek-arek Suroboyo pada era tahun 1945, tepatnya adalah tanggal 10 November 1945, dimana pada saat itu terjadi perang besar-besaran antara Indonesia dan Belanda. Arek-arek Suroboyo, dengan komando Bung Tomo, mencoba untuk melawan serangan Belanda sehingga timbullah peperangan yang dahsyat dan banyak menimbulkan korban jiwa. Konflik bersenjata tersebut adalah konflik pertama yang terjadi setelah proklamasi kemerdekaan RI beberapa bulan sebelumnya, yakni 17 Agustus 1945. Demi mengenang peristiwa heroik tersebut, dibangunlah Tugu Pahlawan di kota Surabaya.

ngomong-ngomong masalah Tugu Pahlawan, saya jadi ingat monumen nasional atau Monas. Sebagaimana Monas, Tugu Pahlawan ternyata juga ramai pengunjung di pagi hari, terutama di saat hari libur. kebanyakan dari mereka adalah berkunjung dalam rangka untuk sekedar jogging mengelilingi taman, menghirup udara bebas karena tanahnya cukup lapang, hingga futsal, badminton, kejar-kejaran, dan sebagainya. wow, saya baru tahu kalau ternyata suasana pagi hari di tugu pahlawan tu seperti ini ya.. hehe.. mungkin karena hari ini hari libur (libur nyepi, red), jadi pengunjung lumayan banyak. umm, bisa jadi memang karena demikian..

kebetulan hari ini, tepatnya pagi ini, saya mencoba menyempatkan diri untuk ke tugu pahlawan. Saya memang sengaja, karena memang ingin tahu suasana pagi di sini. Betapa senangnya saat saya mendapati area seputar kompleks Tugu Pahlawan tersebut. wah, ternyata ada pasar rakyat! “ohh, ini tho yang namanya TP Pagi (Tugu Pahlawan Pagi, red)”.  dalam hati saya berkata, “doh, kemana saja gue selama ini?”. hehe..

berbagai macam lapak pun ada di sini. Ada puluhan, bahkan hingga ratusan, lapak yang digelar di sekitar Tugu Pahlawan ini. Pengunjungnya pun beragam, mulai dari anak kecil, remaja (muda, mudi, atau kombinasi antara keduanya), bapak-bapak (bermakna jamak), hingga ibu-ibu (juga bermakna jamak). wow! rame euy! hehe, baru pertama kali nih ke sini, jadi baru tahu..

puluhan hingga ratusan (tidak tahu pastinya berapa) lapak tersebut pun memiliki berbagai jenis atau berbagai kategori barang dagangan. Ada yang menjual pakaian murah, ada yang menjual peralatan elektronika, ada yang menjual boneka (shaun the sheep, mulai dari boneka yang kecil hingga yang besar, mulai dari yang berwujud boneka hingga yang berwujud guling), ada yang menjual arloji beserta jasa servisnya, ada yang menjual aksesoris, dan sebagainya. Tidak kalah menarik, ada wiskul (wisata kuliner, red) sejenis pentol (mulai dari yang besar hinggayang kecil, hehe), lumpia, gorengan, onde-onde (nah lo), dan sebagainya. Semuanya lengkap, dan tentunya : merakyat! Yah, namanya juga pasar rakyat, ya beginilah serunya..

***

nah lo saya lapar. Karena kecapekan, akhirnya saya pun mencicipi jajanan ala kadarnya yang ada di sana. karena saya sudah membawa bekal nasi jagung yang saya beli di pasar Keputih saat subuh tadi, saya cukup mencicipi jajanan ringan saja. humm, saya makan di dalam area Tugu Pahlawan sambil melihat anak-anak, bapak-bapak, ibu-ibu, mas-mas, dan mbak-mbak yang sedang sibuk berolahraga ria di dalam taman tersebut. wow, semangat sekali mereka! memang pola hidup sehat itu harus dimulai dengan niatan. hehe..

okay,begitulah Tugu Pahlawan kita.. di kala pagi..🙂

semangat pagi kawan!