Tags

,

Rasa ini sungguh berbeda..

entah apa ini namanya, saya menyebutnya sebagai suatu rasa. Rasa yang entah terasa sedikit berbeda, berbeda karena memang tidak pernah saya dapati sebelumnya.

kala itu, saya terdampar sendirian di sebuah alun-alun, di kota orang. Satu rekan saya yang lain sedang pergi duluan menuju stasiun untuk pulang ke Surabaya, dan saya menunggu giliran jemputan. Entah karena memang saya ada bakat blusukan sejak kecil, saya akhirnya menyempatkan diri untuk berjalan sendirian berkeliling seputar alun-alun tersebut, sambil mencoba mengamati kehidupan sosial di sekitar area tersebut. Di situ, saya mengamati terdapat puluhan, bahkan ratusan, masyarakat pribumi yang sedang berjualan. Bukan proses berdagangnya yang saya amati, namun ekspresi dari tiap-tiap orang tersebut yang sangat menarik perhatian saya. meskipun sudah cukup malam, wajahnya seolah sumringah dan ramah, dengan senyum-senyum bermekaran dari wajah-wajah yang tentu sudah tidak muda lagi tersebut.

blusukan pun saya lanjutkan, dan saya terpaku pada satu penjual ronde di sudut jalan. sembari menunggu jemputan, saya pun membeli satu mangkok ronde dan saya nikmati sambil menggelar tikar di sudut alun-alun tersebut. sambil menikmati seduan ronde yang panas, saya mengamati satu per satu wajah para turis yang sedang menikmati wahana kendaraan pancal yang memang disewakan di seputar alun-alun tersebut. lagi-lagi wajah sumringah..🙂

***

beberapa menit pun saya habiskan untuk menghabiskan ronde tersebut seteguk demi seteguk. “langitnya cerah sekali”, batin saya. beberapa saat setelahnya, jemputan pun datang. satu hal yang langsung terlintas dalam pikiran pada saat itu, “kenapa saya harus pulang sekarang? saya masih pengen berlama-lama lagi di kota ini, saya kerasan di sini..”. tapi, pikiran tetaplah pikiran. biarlah, mungkin hanya impuls. jam sudah menunjukkan hampir pukul 9 malam. itu tandanya, beberapa saat lagi, kereta sudah akan berangkat. mau tidak mau, saya harus segera berangkat ke stasiun untuk beranjak ke Surabaya..

***

di sudut stasiun kereta api, saya menjumpai kawan saya sedang menunggu saya. kami pun berpamitan kepada teman yang sudah menemani keliling selama seharian tadi. karena waktu sudah cukup malam, saya pun mempersilahkannya segera pulang..

***

beberapa saat setelahnya, kereta yang akan kami tunggangi datang. itu tandanya, kami harus segera bertolak ke Surabaya..