Tags

, , , , , ,

Lain dulu, lain sekarang…

Kebiasaan saya tiap pulang kampung adalah turba a.k.a blusukan. Pada saat itu, saya tiba-tiba ingin blusukan Mojosari. Sangat jarang saya ke kota ini, karena biasanya kalau ada waktu luang, saya lebih sering ke Mojokerto untuk berkunjung ke rumah mbah di Juritan atau bermain dengan Arif Luqman a.k.a Awik untuk sekedar nongkrong di benpas beli pentol bakar, kulak ke Carefour, ngejus di Jl. Raden Wijaya, atau nge-McFloat di KFC depan TNH, hehe..

Kali ini ingin blusukan di Mojosari. Karena terlalu bosan di rumah, dan sepertinya tidak memungkinkan untuk pergi ke Mojokerto, maka akhirnya saya memutuskan pergi ke Mojosari untuk blusukan. Sesampainya di Mojosari, saya kok tiba-tiba kepikiran untuk ingin pergi ke SMPN 1 Mojosari (sekolah saya dulu semasa SMP pada tahun 2002-2005) dan mengambil beberapa snapshoot di sana, hehe..

Karena saya bingung juga, kalau ke Mojosari njujugnya ke mana karena tidak punya teman akrab, saudara dekat, ataupun setidaknya tempat untuk nongkrong laptopan. Dulu kalau senggang, biasa main ke Jefrio Aditya a.k.a Jipro a.k.a Rio (salah satu teman dekat semasa SMP, lebih biasa saya panggil Rio) yang rumahnya di Balongmasin, Ds. Punggingkrisik, Kec. Pungging (sepurane lek salah eja Yo, hehe). Tapi, Rio sudah pergi merantau, jadi of course tdk bisa main ke rumahnya.

Okay, tanpa pikir panjang, saya pergi ke SMPN 1 Mojosari…
Berikut beberapa snapshotnya:

20120824_105237

20120824_105246

20120824_105257

20120824_105318

20120824_105544

20120824_105653

20120824_105837

20120824_105326

20120824_110602

20120824_110712

20120824_110743

20120824_110851

20120824_110939

20120824_110948

20120824_110957

20120824_105938

20120824_110114

20120824_110307

20120824_110334

20120824_110458

20120824_110705

 

Dulunya, SMP ini termasuk favorit menurut saya karena berbagai prestasi yang diraihnya. Cukup dikenal juga sebagai spesialis ujian nasional karena 10 tahun berturut-turut meraih danem tertinggi tingkat kabupaten Mojokerto, cmiiw.

wondering, kok langit-langitnya banyak yang bolong-bolong ya? ada kelas yang disegel segala, kayak restricted area gitu. Dan satu lagi, kenapa pembangunan aula yang dimulai dari era saya sekolah dulu (pertengahan tahun 2005) sampai sekarang belum jadi juga ya? Saya ingat, dulu pewacanaan pada era saya sekolah di sana adalah hendak dibangun aula di sayap kiri bagian depan. Sebelum ada bakal bangunan di daerah tsb, itu dulu adalah sebuah tanah lapang yang biasa dipakai untuk olahraga, salah satunya adalah saat praktek tolak peluru pada era itu. Saya ingat, saya pernah gagal melakukan olahraga tolak peluru dengan sempurna di tempat itu. Selain itu, penuh kenangan juga karena saya pernah kena hukuman mencabuti rumput di daerah situ karena datang terlambat di hari Senin, hehehe, yang ini tidak boleh ditiru. Then, saya Malah nemu bangunan baru di bagian depan yang dulunya ruang tamu, ruang TU, ruang BK (ruangan paling serem pada saat itu karena banyak “kasus” yang berujung di BK), dan ruang UKS, kini berubah dengan adanya pembangunan lantai 2 yang sepertinya saya amati masih on progress (atau malah terhenti?). Wondering, sekolah yang pernah berjaya pada masanya tidak seharusnya memiliki gedung seperti ini. Mengapa hal ini terjadi? Ah ya sudahlah…

Bagaimanapun, itu dulu adalah tempat saya mengenyam ilmu. Jasa guru takkan pernah terlupa (Pak Mariyasin dan pak Budi, guru matematika yang inspiratif dan berdedikasi di mata saya, beliau berdua yang mengenalkan saya ilmu matematika extraordinary alias pendekatan-pendekatan matematis yang tidak diajarkan di dalam kelas, sangat berjasa sampai zaman SMA pun masih teringat beliau, hingga sekarang pun saya masih cinta matematika). Pendidikan adalah kunci dasar kebangkitan suatu negara. Semoga ilmu-ilmu yang saya dapatkan di sana dapat bermanfaat, penuh keberkahan, dan menjadi ladang amal yang takkan terputus untuk guru-guruku tercinta. Semoga semua cita-cita mulia dapat tercapai dan dimudahkan olehNya… Amin…